Beton Porous

Beton porous adalah jenis beton khusus dengan porositas tinggi. Campuran beton porous terdiri dari semen, air, dan agregat kasar berukuran tunggal (bergradasi seragam). Agregat kasar bergradasi seragam sulit didapatkan di pasaran dan biasanya yang tersedia adalah agregat kasar bergradasi menerus. Kuat tekan dan porositas merupakan dua hal yang sangat penting pada beton porus. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat tekan dan porositas beton poros menggunakan agregat kasar bergradasi seragam dengan gradasi menerus.

Beton non pasir memiliki banyak nama yang berbeda diantaranya adalah beton tanpa agregat halus (zero-fines concrete), beton yang dapat tembus (pervious concrete), dan beton porous (porous concrete) (Harber, 2005).
Istilah “pervious concrete (beton yang dapat tembus)” biasanya menggambarkan beton dengan slump mendekati nol, material dengan gradasi terbuka terdiri dari semen Portland, agregat kasar, sedikit atau tanpa agregat halus, bahan tambah, dan air. Kombinasi bahan-bahan ini akan menghasilkan bahan yang mengeras dengan pori-pori terhubung, mulai dari ukuran 0,08 -0,32 inchi (2 – 8 mm), yang memungkinkan air untuk melewatinya dengan mudah.

Kandungan pori dapat berkisar dari 15 sampai 35%, dengan kuat tekan umumnya 400 – 4000 psi (2,8 – 28 MPa). Tingkat drainase perkerasan beton tembus air akan bervariasi sesuai dengan ukuran agregat dan kepadatan campuran, tetapi umumnya akan berkisar 2 sampai 18 gal/min/ft2 (81 – 730 lt/mnt/m2) (ACI 522R-10, 2010). Fungsi beton yang dapat tembus seperti embung (cekungan penampung) air hujan dan memungkinkan air hujan untuk menyusup ke tanah pada daerah yang luas, sehingga memfasilitasi pengisian persediaan air tanah lokal yang sangat berharga. Semua manfaat ini menyebabkan penggunaan lahan menjadi lebih efektif. Beton yang dapat tembus juga dapat mengurangi dampak pembangunan terhadap pohon. Perkerasan beton yang dapat tembus memudahkan pemindahan baik air dan udara ke sistem akar yang memungkinkan pohon tumbuh subur bahkan di daerah yang sangat maju (Obla, 2007).

Share This Post

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Copyright Indoporous 2018 © All Right Reserved